Minggu, 14 Desember 2014

Model-model Jaringan Komputer


Model-model Jaringan Komputer

Tujuan
Setelah mempelajari Kegiatan Belajar 2, diharapkan Saudara dapat menjelaskan berbagai jenis jaringan komputer, perbedaan LAN dan WAN serta berbagai jenis media transmisi dalam jaringan.

Uraian Materi
Tentunya Saudara masih ingat tentang berbagai jenis benda yang tersusun dengan jaring-jaring yang dapat di temui sehari-hari. Mulai dari jaring nelayan, raket, jaring laba-laba dan sebagainya.
Pada komputer terdapat pula beragam jenis jaringan komputer yang pembagiannya didasarkan pada besar kecilnya cakupan jaringan yang menghubungkan antar komputer. Jenis-jenis jaringan tersebut yaitu :
1.    LAN (Local Area Netowrk)
2.    MAN (Metropolitan Area Network)
3.    WAN (Wide Area Network)

1.  LAN (Local Area Network)
LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Secara garis besar LAN terdapat dua tipe jaringan LAN yaitu jaringan Peer to Peer  dan jaringan Client Server. Peer to Peer artinya adalah setiap komputer yang terhubung ke dalam jaringan dapat bertindak sebagai komputer pengguna (workstation) maupun komputer penyedia layanan (server). Sedang pada jaringan Client Server hanya ada satu komputer yang bertindak sebagai Server dan yang lain sebagai Client.
Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya dijadikan sebuah file server untuk menyimpan perangkat lunak (software )yang mengatur aktifitasi jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Biasanya kemampuan workstation di bawah file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya.

 















Gambar 4. Jaringan LAN di Sekolah.





2.   MAN (Metropolitan Area Network)
MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank Mandiri yang ada di seluruh wilayah JakartaBogor – Depok – Tangerang – Bekasi.

 
















Gambar 5. Jaringan MAN pada Bank antar Kota.

3.   WAN (Wide Area Network)
Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana satelit atau kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK MANDIRI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain. WAN mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua.

Menggunakan sarana WAN, sebuah Bank yang ada di Jakarta bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Singapura, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam komunikasi global seperti Internet.Tetapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda.
 
















Gambar 6. Jaringan WAN yang menghubungkan antar negara.

Internet merupakan salah satu bentuk jaringan komputer yang termasuk dalam WAN. Internet mampu melakukan komunikasi komputer antar negara bahkan antar benua mulai untuk pertukaran data hingga komunikasi telepon.

Bagaimana Saudara sudah mengetahui  jenis-jenis jaringan komputer, secara umum jaringan tersebut mempunyai kesamaan yaitu saling menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lain hanya saja perbedaannya pada skala ukuran dan luas komputer tersebut terhubung. LAN mempunyai cakupan jarak berkisar 10 m – 1 km, MAN mencakup 10 km dan WAN hingga 100 – 1000 km. Berikut ini adalah beberapa perbedaan LAN dan WAN:

LAN
WAN
-          Cakupan jaringan kecil
-          Jarak maksimal jaringan 1 km
-          Untuk menghubungkan antar ruangan, gedung, kampus
-          Teknologi transmisi/penghantar umunya menggunakan kabel (saat ini sudah mulai nirkabel)
-          Umumnya menggunakan topologi sederhana (bus dan ring).
-          Cakupan jaringan luas
-          Jarak maksimal jaringan 1000 km
-          Untuk menghubungkan antar negara hingga antar benua.
-          Teknologi penghantar menggunakan bantuan satelit atau teknologi kabel bawah laut
-          Topologi sudah kompleks

Tabel 4. Perbedaan LAN dan WAN.

Nah, setelah Saudara sudah mengetahui berbagai jenis jaringan komputer serta perbedaan diantaranya, maka sekarang Saudara akan mempelajari tentang topologi fisik jaringan.
Topologi fisik jaringan adalah bentuk fisik bagaimana komputer terhubung antara satu dengan lainnya. Jika Saudara perhatikan kembali pada gambar 4, Saudara dapat membayangkan bagaimana bentuk hubungan antar komputer pada masing-masing ruangan di sekolah.

Secara umum ada tiga macam topologi fisik yang sering digunakan dalam LAN, yaitu:
A.   Topologi Bus
B.   Topologi Ring (Cincin)
C.   Topologi Star (Bintang)

A.   Topologi Bus
Pada topologi bus biasanya menggunakan kabel koaksial. Seluruh jaringan biasanya merupakan satu saluran kabel yang kedua ujungnya diterminasi dengan alat berupa Terminator.
 
 












Gambar 7. Topologi Bus.

Topologi ini mempunyai keuntungan dan kerugian sebagai berikut:
Keuntungan
-   Hemat kabel
-   Layout kabel sederhana
-   Mudah dikembangkan
Kerugian
-   Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
-   Kepadatan lalu lintas data
-   Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
-   Diperlukan repeater untuk jarak jauh


B.   Topologi Ring (Cincin)
Pada topologi ini kabel yang digunakan akan membentuk lingkaran tertutup sehingga mengesankan cincin tanpa ujung. Secara umum layout topologi ring juga relatif sederhana.
 
 














Gambar 8. Topologi Ring.

Keuntungan
-   Hemat kabel
Kerugian
-          Peka kesalahan
-          Pengembangan jaringan lebih kaku


C.   Topologi Star (Bintang)
Pada topologi star setiap node pada jaringan akan berkomunikasi melalui sebuah pusat atau konsentrator. Aliran data setiap node akan menuju konsentrator (HUB) terlebih dahulu sebelum ke node tujuan.

Dengan menggunakan topologi jenis ini maka jaringan mudah dikembangkan dengan menarik kabel ke konsentrator/node pusat.
 
 
















Gambar 9. Topologi Star.


Keuntungan
-    Paling fleksibel
-    Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
-    Kontrol terpusat
-    Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
-    Kemudahaan pengelolaan jaringan

Kerugian

-    Boros kabel

-    Perlu penanganan khusus
-    Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

Selain topologi di atas ada beberapa topologi yang ada antara lain topologi mesh dan tree (pohon).
 
 












Gambar 10. Topologi Mesh dan Tree.


Pada topologi mesh tiap komputer saling terhubung dengan banyaknya komputer yang ada, sedangkan pada Tree tiap komputer terhubung secara bebas ke dalam jaringan.

Saya yakin, Saudara dapat memahami berbagai topologi fisik dari jaringan komputer di atas, topologi tersebut umum digunakan dalam membuat sebuah jaringan komputer. Dengan berbekal pengetahuan ini, Saudara telah mempunyai bekal untuk menapaki materi berikutnya yang ada kaitannya dengan uraian materi di atas.

Nah, setelah Saudara mempelajari berbagai model jaringan, topologi jaringan dan protokol jaringan, saatnya Saudara mempelajari media yang digunakan untuk transmisi data. Seperti Saudara ketahui untuk menghubungkan antar komputer umumnya diperlukan sebuah kabel, walaupun sekarang sudah berkembang jaringan nirkabel (infra red, bluetooth).

Media Transmisi
Kabel yang digunakan pada jaringan komputer ada berbagai macam jenis mulai dari yang penghantarnya pendek hingga jauh, dari yang penghantarnya lambat hingga cepat. Berikut ini berbagai jenis kabel yang umum dipakai:

1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.

 
 










Gambar 12. Kabel model Thinnet.




2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.
 
 








Gambar 13. Kabel Model Thicknet.


3.  Twisted Pair Ethernet
Kalau Saudara lihat kabel twisted pair mirip dengan kabel pada telepon. Di dalamnya ada beberapa pasangan kabel yang saling dipelintir dengan pasangannya sehingga disebut twisted pair. Maksud dari pelintiran kabel adalah mengurangi interferensi, derau (noise) dan gangguan yang masuk.

Ada 2 macam kabel ini, yaitu:
a.  Shielded Twisted Pair (STP), kabel dengan selubung pembungkus
b.  Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel tanpa selubung pembungkus

Fungsi selubung untuk penahan (grounding) untuk mengurangi gangguan jadi kabel STP lebih bagus dibandingkan UTP.
 
 









Gambar 14. Kabel UTP, STP dan RJ-45.


Karakteristik utama kabel twisted pair adalah sebagai berikut:
a.  Kabel yang dipelintir satu sama lain untuk mengurangi interferensi listrik.
b.  Dapat terdiri atas dua, empat atau lebih pasangan kabel.
c.  Dapat melewatkan sinyal sampai 10 Mbps.
d.  Koneksi menggunakan RJ-11 atau RJ-45.
f.   STP tahan gangguan daripada UTP sehingga kecepatannya sampai 100 Mbps.
g.  Dibutuhkan hub untuk membangun sebuah LAN.
h.  Lebih mudah dipelihara karena kerusakan pada satu saluran tidak menganggu saluran lain.

4. Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehsaudaralan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100 Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar