Model-model Jaringan Komputer
Tujuan
Setelah
mempelajari Kegiatan Belajar 2, diharapkan Saudara dapat menjelaskan berbagai
jenis jaringan komputer, perbedaan LAN dan WAN serta berbagai jenis media
transmisi dalam jaringan.
Uraian Materi
Tentunya Saudara
masih ingat tentang berbagai jenis benda yang tersusun dengan jaring-jaring
yang dapat di temui sehari-hari. Mulai dari jaring nelayan, raket, jaring
laba-laba dan sebagainya.
Pada
komputer terdapat pula beragam jenis jaringan komputer yang pembagiannya
didasarkan pada besar kecilnya cakupan jaringan yang menghubungkan antar
komputer. Jenis-jenis
jaringan tersebut yaitu :
1. LAN (Local
Area Netowrk)
2. MAN
(Metropolitan Area Network)
3. WAN (Wide Area
Network)
1. LAN (Local Area Network)
LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya
dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau
sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Secara garis
besar LAN terdapat dua tipe jaringan LAN yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client Server. Peer to Peer artinya adalah setiap komputer yang terhubung ke dalam
jaringan dapat bertindak sebagai komputer pengguna (workstation) maupun komputer penyedia layanan (server). Sedang pada jaringan Client
Server hanya ada satu komputer yang bertindak sebagai Server dan yang lain sebagai Client.
Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya dijadikan sebuah file server untuk menyimpan perangkat
lunak (software )yang mengatur
aktifitasi jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh
komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Biasanya kemampuan workstation
di bawah file server dan
mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan.
Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan satu komputer dengan
komputer lainnya.
![]() |
Gambar 4. Jaringan LAN di Sekolah.
2.
MAN
(Metropolitan Area Network)
MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar
wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah
jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai
contoh yaitu: jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam
sebuah kota
besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank Mandiri yang ada di
seluruh wilayah Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi.
Gambar 5.
Jaringan MAN pada Bank antar Kota.
3. WAN (Wide Area Network)
Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah
menggunakan sarana satelit atau kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan
jaringan BANK MANDIRI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara
lain. WAN mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah
negara atau benua.
Menggunakan
sarana WAN, sebuah Bank yang ada di Jakarta
bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Singapura, hanya dalam beberapa
menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana
untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam komunikasi global seperti
Internet.Tetapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda
dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda.
![]() |
Gambar 6.
Jaringan WAN yang menghubungkan antar negara.
Internet
merupakan salah satu bentuk jaringan komputer yang termasuk dalam WAN. Internet
mampu melakukan komunikasi komputer antar negara bahkan antar benua mulai untuk
pertukaran data hingga komunikasi telepon.
Bagaimana Saudara
sudah mengetahui jenis-jenis jaringan
komputer, secara umum jaringan tersebut mempunyai kesamaan yaitu saling
menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lain hanya saja perbedaannya
pada skala ukuran dan luas komputer tersebut terhubung. LAN mempunyai cakupan
jarak berkisar 10 m – 1 km, MAN mencakup 10 km dan WAN hingga 100 – 1000 km.
Berikut ini adalah beberapa perbedaan LAN dan WAN:
|
LAN
|
WAN
|
|
-
Cakupan jaringan kecil
-
Jarak maksimal jaringan 1 km
-
Untuk
menghubungkan antar ruangan, gedung, kampus
-
Teknologi
transmisi/penghantar umunya menggunakan kabel (saat ini sudah mulai nirkabel)
-
Umumnya menggunakan
topologi sederhana (bus dan ring).
|
-
Cakupan jaringan luas
-
Jarak maksimal jaringan 1000 km
-
Untuk
menghubungkan antar negara hingga antar benua.
-
Teknologi
penghantar menggunakan bantuan satelit atau teknologi kabel bawah laut
-
Topologi sudah kompleks
|
Tabel 4.
Perbedaan LAN dan WAN.
Nah,
setelah Saudara sudah mengetahui berbagai jenis jaringan komputer serta
perbedaan diantaranya, maka sekarang Saudara akan mempelajari tentang topologi
fisik jaringan.
Topologi
fisik jaringan adalah bentuk fisik bagaimana komputer terhubung antara satu
dengan lainnya. Jika Saudara perhatikan kembali pada gambar 4, Saudara dapat
membayangkan bagaimana bentuk hubungan antar komputer pada masing-masing
ruangan di sekolah.
Secara
umum ada tiga macam topologi fisik yang sering digunakan dalam LAN, yaitu:
A. Topologi Bus
B. Topologi Ring
(Cincin)
C. Topologi Star
(Bintang)
A.
Topologi Bus
Pada topologi
bus biasanya menggunakan kabel koaksial. Seluruh jaringan biasanya merupakan
satu saluran kabel yang kedua ujungnya diterminasi dengan alat berupa
Terminator.
|
Gambar 7.
Topologi Bus.
Topologi ini
mempunyai keuntungan dan kerugian sebagai berikut:
Keuntungan
- Hemat kabel
- Layout
kabel sederhana
- Mudah
dikembangkan
Kerugian
- Deteksi dan
isolasi kesalahan sangat kecil
- Kepadatan
lalu lintas data
- Bila salah
satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
- Diperlukan
repeater untuk jarak jauh
B.
Topologi Ring
(Cincin)
Pada topologi
ini kabel yang digunakan akan membentuk lingkaran tertutup sehingga mengesankan
cincin tanpa ujung. Secara umum layout topologi
ring juga relatif sederhana.
|
Gambar 8.
Topologi Ring.
Keuntungan
- Hemat kabel
Kerugian
-
Peka
kesalahan
-
Pengembangan
jaringan lebih kaku
C.
Topologi Star
(Bintang)
Pada topologi star setiap node pada jaringan akan berkomunikasi melalui sebuah pusat atau
konsentrator. Aliran data setiap node akan menuju konsentrator (HUB) terlebih
dahulu sebelum ke node tujuan.
Dengan menggunakan topologi jenis ini maka jaringan mudah
dikembangkan dengan menarik kabel ke konsentrator/node pusat.
|
Gambar 9. Topologi Star.
Keuntungan
- Paling
fleksibel
- Pemasangan/perubahan
stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
- Kontrol
terpusat
- Kemudahan
deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
- Kemudahaan
pengelolaan jaringan
Kerugian
- Boros
kabel
- Perlu
penanganan khusus
- Kontrol
terpusat (HUB) jadi elemen kritis
Selain topologi di atas ada beberapa topologi yang ada
antara lain topologi mesh dan tree (pohon).
|
Gambar 10.
Topologi Mesh dan Tree.
Pada topologi mesh
tiap komputer saling terhubung dengan banyaknya komputer yang ada, sedangkan
pada Tree tiap komputer terhubung
secara bebas ke dalam jaringan.
Saya
yakin, Saudara dapat memahami berbagai topologi fisik dari jaringan komputer di
atas, topologi tersebut umum digunakan dalam membuat sebuah jaringan komputer.
Dengan berbekal pengetahuan ini, Saudara telah mempunyai bekal untuk menapaki
materi berikutnya yang ada kaitannya dengan uraian materi di atas.
Nah,
setelah Saudara mempelajari berbagai model jaringan, topologi jaringan dan
protokol jaringan, saatnya Saudara mempelajari media yang digunakan untuk
transmisi data. Seperti Saudara ketahui untuk menghubungkan antar komputer
umumnya diperlukan sebuah kabel, walaupun sekarang sudah berkembang jaringan
nirkabel (infra red, bluetooth).
Media Transmisi
Kabel yang
digunakan pada jaringan komputer ada berbagai macam jenis mulai dari yang
penghantarnya pendek hingga jauh, dari yang penghantarnya lambat hingga cepat. Berikut ini berbagai jenis kabel yang umum dipakai:
1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet
memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan
dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang
kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.
|
Gambar 12. Kabel
model Thinnet.
2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau
thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih
banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan
pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit
dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk
menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan. Panjang kabel transceiver
maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100
transceiver terhubung.
|
Gambar 13.
Kabel Model Thicknet.
3. Twisted Pair
Ethernet
Kalau Saudara lihat kabel twisted pair mirip dengan kabel pada
telepon. Di dalamnya ada beberapa pasangan kabel yang saling dipelintir dengan
pasangannya sehingga disebut twisted pair.
Maksud dari pelintiran kabel adalah mengurangi interferensi, derau (noise) dan gangguan yang masuk.
Ada 2 macam kabel ini,
yaitu:
a. Shielded Twisted Pair (STP), kabel
dengan selubung pembungkus
b. Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel
tanpa selubung pembungkus
Fungsi
selubung untuk penahan (grounding) untuk mengurangi gangguan jadi kabel STP
lebih bagus dibandingkan UTP.
|
Gambar 14.
Kabel UTP, STP dan RJ-45.
Karakteristik
utama kabel twisted pair adalah
sebagai berikut:
a. Kabel
yang dipelintir satu sama lain untuk mengurangi interferensi listrik.
b. Dapat
terdiri atas dua, empat atau lebih pasangan kabel.
c. Dapat
melewatkan sinyal sampai 10 Mbps.
d. Koneksi menggunakan RJ-11 atau
RJ-45.
f. STP tahan gangguan daripada
UTP sehingga kecepatannya sampai 100 Mbps.
g. Dibutuhkan hub untuk membangun sebuah LAN.
h. Lebih mudah dipelihara karena
kerusakan pada satu saluran tidak menganggu saluran lain.
4. Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan
Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses
pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari
segi kehsaudaralan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data
dengan media FO lebih dari 100 Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar